Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) Batch 3: Mengkaji Lebih Mendalam Dampak Penerapan PSAK 71, 72, 73 Dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Periode : 14 Nov 2019 - 15 Nov 2019
Jadwal Hari: Kamis-jumat/14-15 november 2019
Pukul : Pukul 08.30 s/d 16.30 WIB

                       Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) (Batch 3)

   Mengkaji Lebih Mendalam 

Dampak Penerapan

PSAK 71, PSAK 72, PSAK 73 

Dalam Penyusunan Laporan Keuangan


Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI dalam memenuhi komitmen Konvergensi IFRS telah mengeluarkan PSAK yang efektif berlaku per 1 Januari 2018 sampai dengan 2020, PSAK tersebut memuat lebih dari 45 amandemen, penyesuaian, dan standar akuntansi baru yang tidak hanya akan merubah wajah laporan keuangan, namun juga prinsip pengakuan dan pengukuran transaksi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada naik-turunnya laba perusahaan. Beberapa PSAK baru yang telah terbit di tahun 2018, antara lain: PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dan PSAK 73: Sewa. Terbitnya PSAK tersebut juga berdampak signifikan terhadap laporan keuangan. PSAK tersebut akan berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dengan penerapan dini diperkenankan.

PSAK 71 memperkenalkan tentang pengaturan klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik kontraktual arus kas dan bisnis model entitas di dalam PSAK 71 juga menyebutkan perbaikan besar mengenai model akuntansi lindung nilai (hedging) yang akan memaknai lebih dalam mengenai perbedaan “natural hedge” yaitu melindungi nilai transaksi bisnis internasional secara alamiah, dan pedoman akuntansi yang disebut dengan “hedge accounting” atau Akuntansi Lindung Nilai yaitu teknik manajemen risiko dengan menggunakan derivatif atau instrumen hedging lainnya untuk mengkompensasi (offset) perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas terkait asset, kewajiban, dan transaksi-transaksi di masa depan

PSAK 72 yang diadopsi dari IFRS 15 (Revenue from Contracts with Customers) merupakan standar tunggal untuk pengakuan pendapatan bertujuan menetapkan prinsip yang diterapkan entitas untuk melaporkan informasi yang berguna kepada pengguna laporan keuangan tentang sifat, jumlah, waktu, dan ketidakpastian pendapatan dan arus kas yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan. Entitas yang terkena dampak signifikan dari pengesahan PSAK 72 terkait dengan real estate dan komunikasi.

PSAK 73: Sewa ditetapkan untuk berlaku efektif per 1 Januari 2020, dengan opsi penerapan dini diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. PSAK 73 ini memperkenalkan model akuntansi tunggal khususnya untuk penyewa (lessee) yang memberikan dampak substansial perlakuan akuntansi atas sewa dan mengharuskan lessee untuk mencatat kontrak sewa dalam model tunggal sebagai aset hak guna (right-of-use asset) dan liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan.

Dalam rangka melanjutkan opsi penerapan dini PSAK terkini, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur bekerjasama dengan IAPI Korwil Jawa Timur dan Kalimantan menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) Workshop Mengkaji Lebih Mendalam Dampak Penerapan PSAK 71, PSAK 72, PSAK 73 Dalam Penyusunan Laporan Keuangan (Batch 2) yang bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK yang berlaku.

Pokok Bahasan:

  • PSAK 71 (Instrumen Keuangan)
  • PSAK 72 (Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan)
  • PSAK 73 (Sewa)

Waktu Pelaksanaan

Hari/Tanggal   : Kamis-Jumat/14-15 November 2019

Waktu             : Pukul 08.30- 16.30 WIB

Tempat            : Hotel Luminor
                          Jl. Yos Sudarso No. 66 Kec. Kalipuro, Banyuwangi

Pembicara:

1. Dr. Devi S. Kalanjati, SE., M.Acc., M.Sc., Ak., CA., CPA., CIFRS. (Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI, Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Pengurus Badan Kajian Dan Sosialisasi SAK IAI Wilayah Jawa Timur)

2. Endang Pramuwati, SE., M.Ak., CA., CPA. (Ketua Bidang Pendidikan dan Sertifikasi IAI Wilayah Jawa Timur, Anggota Komite Pendidikkan dan Pelatihan IAPI , Partner KAP RSM Indonesia).

3. Dr. Sc. (Acc.) Damai Nasution, SE., M.Si., Ak., CA. (Dosen Akuntansi Universitas Airlangga)

Junlah SKP

16 SKP

Investasi:

Anggota  IAI dan/atau IAPI          : Rp  1.700.000,-

Umum                                               : Rp. 2.500.000

Bagi Umum / Perusahaan yang   : Rp  2.200.000/orang

mendaftarkan minim 3 peserta    

Pembayaran dapat ditransfer ke:                                                    

Bank Mandiri Syariah no rekening: 750.000.7898 a.n Ikatan Akuntan Indonesia Jatim

IKATAN AKUNTAN INDONESIA WILAYAH JAWA TIMUR

Grha Akuntan Jatim

Jl. Krukah Utara No. 64 Surabaya

Telp (031) 5021125/ 5048090/ 082257317728

Fax: (031) 5034633 Email: info@iaijawatimur.or.id

Website: www.iai.jawatimur.or.id