Bootcamp
Akuntansi Perbankan sesuai PSAK Terkini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan penyempurnaan terhadap Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang kini diperbarui dan dirumuskan kembali dalam bentuk Buku Panduan Akuntansi Perbankan (BPAK). Penyusunan BPAK ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman yang lebih terstruktur, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terkini, khususnya bagi industri perbankan konvensional. BPAK tidak hanya mereplikasi ketentuan PSAK, tetapi juga memberikan penjabaran operasional dan ilustrasi praktis atas penerapan standar akuntansi pada transaksi dan aktivitas perbankan yang kompleks. Ruang lingkup BPAK mencakup berbagai area krusial, antara lain pengelolaan dan pengukuran Aset Tetap, pengakuan dan amortisasi Aset Tidak Berwujud, perlakuan akuntansi Instrumen Keuangan, pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, serta penerapan standar Sewa dalam konteks operasional perbankan.
Secara khusus, perubahan terkait Instrumen Keuangan membawa implikasi yang sangat signifikan, terutama dalam hal penurunan nilai berbasis model kerugian kredit ekspektasian (Expected Credit Loss/ECL). Pendekatan baru ini menuntut perbankan untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi risiko kredit, yang berdampak langsung pada pembentukan cadangan kerugian dan kinerja keuangan bank. Di samping itu, BPAK juga memperkenalkan berbagai revisi dan klarifikasi pada aspek lain, termasuk klasifikasi aset keuangan, pengukuran nilai wajar, serta penyajian dan pengungkapan yang lebih transparan.
Sejalan dengan perubahan substansial tersebut, Bootcamp Akuntansi Perbankan sesuai PSAK Terkini dirancang secara sistematis untuk memperkuat pemahaman praktisi perbankan terhadap BPAK terbaru. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, konsistensi, dan akurasi pelaporan keuangan perbankan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi yang berlaku.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:
Memperkuat pemahaman konseptual dan operasional peserta terhadap Buku Panduan Akuntansi Perbankan (BPAK) sebagai pedoman implementatif penerapan PSAK di industri perbankan konvensional.
Meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan BPAK secara konsisten dan terintegrasi, khususnya pada area krusial seperti Aset Tetap, Aset Tidak Berwujud, Instrumen Keuangan, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dan Sewa.
Membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai perubahan PSAK terkait Instrumen Keuangan, termasuk penerapan model kerugian kredit ekspektasian (Expected Credit Loss/ECL) dan implikasinya terhadap pembentukan cadangan kerugian kredit.
Meningkatkan kapasitas peserta dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengantisipasi risiko kredit secara lebih proaktif, sehingga mendukung kualitas pelaporan keuangan dan manajemen risiko yang lebih prudent.
Memperkuat kompetensi peserta dalam klasifikasi aset keuangan, pengukuran nilai wajar, serta penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang lebih transparan dan sesuai standar.
Meningkatkan kualitas, akurasi, dan konsistensi pelaporan keuangan perbankan, guna mendukung kredibilitas informasi keuangan bagi regulator, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Memastikan kepatuhan institusi perbankan terhadap PSAK dan regulasi OJK terbaru, serta mengurangi risiko ketidaksesuaian pelaporan keuangan.
Sasaran Peserta
Pelatihan ini ditujukan bagi:
Akuntan dan staf keuangan perbankan, baik di tingkat operasional maupun manajerial.
Manajer dan kepala divisi akuntansi, keuangan, serta pelaporan keuangan bank.
Auditor internal dan eksternal yang menangani klien perbankan atau lembaga keuangan.
Praktisi manajemen risiko dan kepatuhan (risk & compliance) di sektor perbankan.
Pejabat dan staf unit pelaporan regulasi serta perencanaan keuangan bank.
Konsultan keuangan dan akuntansi yang bekerja dengan institusi perbankan.
Akademisi, dosen, dan peneliti di bidang akuntansi dan keuangan perbankan.
Mahasiswa pascasarjana akuntansi, keuangan, atau perbankan yang berorientasi pada karier di sektor keuangan.
Profesional lembaga keuangan non-bank yang memiliki transaksi atau relasi bisnis dengan perbankan.
Materi Pelatihan
1. Kerangka Pelaporan Keuangan Perbankan
Peran laporan keuangan dalam tata kelola dan pengawasan perbankan
Keterkaitan PSAK, BPAK, dan regulasi OJK
Prinsip dasar pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan
Tantangan implementasi standar akuntansi di sektor perbankan
2. Penjelasan Umum Akuntansi Perbankan
Karakteristik transaksi perbankan dan implikasinya terhadap akuntansi
Perbedaan akuntansi bank dengan sektor non-keuangan
Professional judgment dalam penerapan PSAK dan BPAK
Risiko salah saji dalam pelaporan keuangan bank
3. Akuntansi Kredit
Pengakuan dan pengukuran kredit
Klasifikasi kredit sesuai PSAK 109
Pembentukan cadangan kerugian kredit (CKPN/ECL)
Restrukturisasi kredit dan dampaknya pada laporan keuangan
4. Surat Berharga
Klasifikasi surat berharga (AC, FVOCI, FVTPL)
Pengukuran nilai wajar dan amortized cost
Pengakuan pendapatan bunga dan keuntungan/kerugian
Dampak terhadap neraca dan laba rugi
5. Trade Finance
Perlakuan akuntansi Letter of Credit (L/C)
Pengakuan komisi dan provisi trade finance
Risiko kredit dan pencatatannya
Penyajian dalam laporan keuangan
6. Dana Pihak Ketiga (DPK)
Akuntansi giro, tabungan, dan deposito
Pengakuan beban bunga
Pengukuran liabilitas keuangan
Dampak terhadap likuiditas dan rasio keuangan bank
7. Surat Berharga yang Diterbitkan & Pinjaman yang Diterima
Pengakuan obligasi dan medium term notes
Pengukuran biaya pinjaman
Amortisasi biaya transaksi
Penyajian dan pengungkapan sesuai PSAK
8. Derivatif
Jenis instrumen derivatif di perbankan
Akuntansi lindung nilai (hedging accounting)
Pengukuran nilai wajar derivatif
Dampak terhadap volatilitas laba
9. Ekuitas
Struktur modal bank
Pencatatan modal disetor dan laba ditahan
Dividen dan dampaknya pada ekuitas
Penyajian perubahan ekuitas
10. Penurunan Nilai (Impairment)
Model Expected Credit Loss (ECL)
Tahapan Stage 1, 2, dan 3
Metodologi perhitungan CKPN
Dampak terhadap profitabilitas bank
11. Penyertaan (Investasi pada Entitas Lain)
Metode biaya, ekuitas, dan konsolidasi
Pengakuan dividen dan laba rugi entitas asosiasi
Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian
12. Aset Tetap
Pengakuan dan pengukuran awal
Penyusutan dan penurunan nilai
Revaluasi aset tetap
Pengungkapan sesuai PSAK dan BPAK
13. Aset Lainnya
Aset takberwujud
Aset pajak tangguhan
Aset yang diambil alih (AYDA)
Penyajian dan pengungkapan
14. Sewa (PSAK 116)
Identifikasi kontrak sewa
Pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa
Dampak terhadap rasio keuangan
Ilustrasi penerapan pada kantor cabang bank
15. Transaksi Jasa Perbankan
Pengakuan pendapatan provisi dan komisi
Perlakuan akuntansi fee based income
Korelasi PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Potensi salah saji dan best practice
16. Laporan Laba Rugi Bank
Struktur laporan laba rugi perbankan
Pengakuan pendapatan bunga dan non-bunga
Beban operasional dan provisi
Analisis kinerja keuangan bank
17. Transaksi Antar Bank & Transaksi dengan Bank Indonesia
Pencatatan transaksi interbank
Giro wajib minimum dan fasilitas Bank Indonesia
Transaksi pasar uang antar bank
Penyajian dan pengungkapan
Narasumber
Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI
Tim Implementasi SAK
Praktisi di Bidang Akuntansi Keuangan
Penyelenggaraan
Pelatihan diselenggarakan secara luring (offline) pada:
Hari/ Tanggal : Rabu-Kamis, 24 - 25 Juni 2026 (2 hari)
Waktu : Pukul 08.30 – 16.30 WIB
Jumlah SKP : 16 SKP
Lokasi : Grha Akuntan Jatim