Coffee Morning Knowledge Session
FROM CONTROL TO CULTURE
Membangun Budaya Pengendalian Internal di Setiap Unit Perusahaan Memperkuat Control Ownership, Risk Awareness, dan Akuntabilitas Organisasi
Pengendalian internal yang efektif tidak hanya bergantung pada keberadaan kebijakan, prosedur, maupun fungsi Internal Audit/ Satuan Pengawas Internal (SPI). Pengendalian yang benar-benar efektif timbul saat setiap individu dan unit kerja memahami risiko, melakukan kontrol, serta memiliki ownership terhadap proses dan hasil pengendalian di lingkungan kerjanya.
Dalam praktiknya, masih terdapat paradigma jika pengendalian internal merupakan tanggung jawab SPI atau Internal Audit semata. Sementara itu, fungsi tersebut pada dasarnya berperan memberikan assurance, advisory, dan mendorong perbaikan, sedangkan manajemen dan setiap unit kerja merupakan pemilik utama risiko dan pengendalian.
Oleh karena itu, organisasi perlu membangun pergeseran paradigma “From Control to Culture” — dari sekadar memenuhi prosedur dan compliance menuju terbentuknya budaya pengendalian yang melekat dalam aktivitas sehari-hari.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Bidang Akuntan Sektor Bisnis bekerja sama dengan Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FKSPI) Jawa Timur menyelenggarakan Coffee Morning Knowledge Session, di mana peserta akan diajak memahami strategi untuk membangun Control Ownership, Risk Awareness, dan Accountability di setiap unit perusahaan serta memperkuat sinergi antara unit kerja dengan SPI/Internal Audit dalam menciptakan lingkungan pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
TUJUAN
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan pentingnya internal control culture dalam organisasi.
Membangun paradigma bahwa pengendalian internal merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya SPI/Internal Audit.
Meningkatkan risk awareness dan kemampuan mengenali risiko pada aktivitas unit kerja.
Memperkuat control ownership pada masing-masing unit/proses bisnis.
Memahami peran SPI/Internal Audit sebagai assurance dan strategic partner bagi organisasi.
Mengidentifikasi kelemahan pengendalian dan red flags yang dapat berkembang menjadi kesalahan, penyimpangan, maupun fraud.
Mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih accountable, risk-aware, dan control-conscious.
POKOK BAHASAN
1. From Control To Culture
Mengubah Paradigma Pengendalian Internal
2. Building Control Ownership
Setiap Unit adalah Pemilik Pengendalian
Siapa sebenarnya pemilik risiko dan pengendalian?
Peran management, process owner, dan unit kerja
Membangun rasa tanggung jawab terhadap pengendalian
Mengintegrasikan control ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari
Three Lines Model dalam konteks pengendalian organisasi
3. Risk Awareness & Control Mindset
Mengidentifikasi risiko pada proses kerja masing-masing
Menghubungkan risiko dengan aktivitas pengendalian
Risk-based thinking dalam pengambilan keputusan
Mengenali control gaps dan potensi kegagalan pengendalian
Membangun kebiasaan “think risk – act control”
4. Role Of SPI / Internal Audit
From Watchdog to Strategic Assurance Partner
Peran dan positioning SPI/Internal Audit dalam membangun control culture
Mendorong unit kerja menjadi first line of defense yang efektif
SPI sebagai assurance, advisory, dan improvement partner
Membangun komunikasi yang konstruktif dengan auditee
Mengubah hasil audit menjadi perbaikan berkelanjutan
5. Control Failure, Red Flags & Fraud Awareness
Mengapa pengendalian dapat gagal meskipun SOP telah tersedia?
Common control failures dalam aktivitas operasional
Mengenali red flags pada proses bisnis
Hubungan antara lemahnya control culture dengan risiko fraud
Membangun budaya yang mendorong early reporting dan speak-up
6. From Awareness To Action
Mengukur kematangan budaya pengendalian di unit kerja
Control Culture Check-Up
Menentukan prioritas perbaikan
Membangun action plan penguatan control culture
Mendorong budaya Accountability – Awareness – Ownership
SASARAN PESERTA
Program ini dirancang untuk:
Satuan Pengawasan Intern (SPI)
Internal Audit
Risk Management
Compliance
Governance
Management Representative
Kepala Divisi/Departemen/Unit
Process Owner
Supervisor/Manager
PIC Pengendalian Internal
Finance & Accounting
Procurement
Operations
Human Resources
Unit kerja lainnya yang memiliki tanggung jawab terhadap proses dan pengendalian perusahaan.
SESSION METHOD
Program dilaksanakan secara interactive and practical session, melalui:
Concept Sharing - Pemahaman konsep dan paradigma pengendalian internal.
Case Discussion - Pembahasan kasus dan situasi yang umum terjadi di lingkungan perusahaan.
Site Visit & Field Observation - Peserta melakukan kunjungan dan observasi langsung terhadap proses bisnis untuk memahami penerapan pengendalian internal
PELAKSANAAN
Hari/ Tanggal : Rabu, 09 September 2026
Waktu : Pukul 08.30 – 12.00 WIB (Offline)
Tempat : PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Jl. Tanjung Mutiara No. 01 Surabaya (Tempat Terbatas)
Jumlah SKP : 4 SKP
NARASUMBER
Puguh, SE., MM., Ak., CA. (Pengurus Bidang Akuntan Sektor Publik IAI Wilayah Jawa Timur), Koordinator Pengawasan (Korwas) Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur)
INVESTASI
Anggota IAI/Mhs Rp 150.000
Umum Rp 200.000
COFFEE MORNING KNOWLEDGE SESSION
Sharing Insight • Connecting Professionals • Expanding Knowledge