![]()
Di tengah dinamika bisnis yang menuntut kecepatan dan ketepatan estimasi, kemampuan memproyeksikan kondisi keuangan menjadi kompetensi yang mutlak dimiliki. Menjawab tantangan tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertajuk “Financial Modelling (Simulation, Case Study, and Practice)” yang digelar secara daring via Zoom Meeting pada Kamis dan Jumat (21–22/05/2026).
Pelatihan intensif ini menghadirkan dua pakar sekaligus Guru Besar Akuntansi dari Universitas Surabaya, yaitu Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni, S.E., M.Ak., CFP., CBV., CerDA. Keduanya mengupas tuntas teknik simulasi dan perancangan model keuangan dari sudut pandang akademis maupun praktis.
Kegiatan resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Bendahara 1 IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, S.E., M.Si., Ak., CA. Dalam arahannya, Sri Iswati menegaskan bahwa di era digital ini, para akuntan dan manajer keuangan harus mampu melampaui peran pelaporan konvensional.
"Kemampuan financial modeling merupakan salah satu kompetensi strategis bagi profesional di bidang keuangan, akuntansi, dan manajemen. Penguasaan alat ini sangat krusial dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih terukur, strategis, serta berbasis data," ungkap Sri Iswati saat membuka acara.
Pada sesi hari pertama, fokus pelatihan diarahkan pada fondasi utama pembangunan model. Peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar financial modeling, perumusan variabel asumsi, hingga teknik menyusun input model yang fleksibel. Tidak sekadar teori, peserta diajak melakukan praktik langsung menggunakan Microsoft Excel untuk membangun three statement financial model—yang mengintegrasikan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas—serta melakukan analisis kinerja keuangan berbasis model melalui studi kasus proyeksi bisnis.
Melangkah ke hari kedua, materi bergulir pada aspek analisis investasi dan kelayakan finansial. Kedua narasumber memandu peserta secara mendalam untuk melakukan kalkulasi indikator kelayakan investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, hingga Profitability Index.
Selain itu, aspek manajemen risiko juga diperkuat melalui materi financial simulation dan scenario analysis. Di sini, para peserta mengeksplorasi pemanfaatan fitur-fitur canggih pada Excel seperti Data Table, Goal Seek, dan Scenario Manager untuk mensimulasikan skenario best case, base case, hingga worst case, guna mengukur dampak perubahan asumsi makro atau internal terhadap laba, arus kas, dan valuasi perusahaan.
Sebagai puncak pelatihan, kegiatan ditutup dengan sesi case study terpadu secara end-to-end. Melalui sesi ini, para peserta ditantang untuk merakit sebuah model keuangan utuh secara mandiri, mulai dari mengolah data mentah menjadi asumsi, membangun proyeksi, melakukan analisis sensitivitas, hingga merumuskan rekomendasi bisnis yang siap disajikan kepada pengambil keputusan.
Melalui penyelenggaraan PPL dua hari ini, IAI Wilayah Jawa Timur berharap para profesional, akademisi, dan praktisi akuntansi mampu mengaplikasikan keterampilan ini di instansi masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan terencana.
