
MALANG – Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk "Mendirikan Kantor Jasa Akuntan (KJA): Prospek, Peluang, dan Tantangan". Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu (27/6/2026) bertempat di Ruang A STIE Malangkuçeçwara, Malang, dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Kegiatan edukatif ini digelar guna meningkatkan pengetahuan, wacana, dan wawasan mahasiswa PPAk. Acara ini secara khusus mengisi agenda pada pertemuan terakhir perkuliahan Akuntansi Manajemen Lanjutan yang diampu oleh Prof. Dr. Muslichah, Ak., M.Ec., CA., CSRA. Direktur PPAk STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Aminul Amin, MM., Ak., CA., CPA., CTA. secara resmi mengundang Drs. Ec. Sugeng, MM., M.Ak., Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., CBV., BKP., CPMA., CertDA., CRA., CRP. yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri, untuk menjadi pemateri tunggal.

Mengawali hari pertama pada Kamis (25/6), sesi pemaparan materi pertama diisi oleh Prof. Dr. Dra. Juniarti, M.Si., Ak., CA., CMA., selaku Pengurus Bidang Akuntan Pendidik IAI Wilayah Jawa Timur sekaligus Guru Besar School of Business & Management Universitas Kristen Petra Surabaya. Beliau memberikan materi tentang Pengantar Instrumen Keuangan dan Risiko Pasar, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Instrumen Derivatif: Konsep dan Praktik setelah sesi istirahat pertama. Materi ini mencakup jenis instrumen keuangan, konsep dasar risiko keuangan, peran derivatif, hingga mekanisme transaksi derivatif seperti forward, futures, options, dan swaps. Setelah jeda istirahat siang di hari pertama, estafet materi dilanjutkan oleh narasumber kedua, yakni Agus Arianto Toly, SE, MSA, Ak., BKP., CFP., CA.. Selaku Pengurus Bidang Pengembangan, Pengabdian Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat IAI Wilayah Jawa Timur, beliau mengupas secara mendalam mengenai PSAK 109 tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan. Sesi ini menyoroti kategori aset dan liabilitas keuangan, evaluasi model bisnis, hingga uji Solely Payments of Principal and Interest (SPPI).
Dalam paparannya, Drs. Ec. Sugeng yang juga merupakan pimpinan KJA Sugeng membedah secara komprehensif alur menjadi Akuntan Berpraktik hingga proses perizinan mendirikan KJA sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.01/2017. Ia menekankan bahwa prospek mendirikan KJA saat ini sangat menjanjikan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan UMKM dan koperasi, serta regulasi pemerintah yang semakin menuntut akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan.
Peluang bagi KJA juga semakin terbuka lebar berkat adanya regulasi baru. Beberapa regulasi tersebut di antaranya adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan dan perubahan aturan PPh Final UMKM melalui PP Nomor 20 Tahun 2026. Meskipun prospeknya cerah, Sugeng juga mengingatkan mahasiswa bahwa ada tantangan nyata di lapangan.
Adapun pemaparan mengenai tantangan mendirikan KJA beserta solusinya adalah sebagai berikut:
Rendahnya literasi akuntansi dan pajak para pelaku usaha dapat diatasi dengan memberikan edukasi melalui seminar atau workshop mengenai manfaat laporan keuangan.
Persaingan yang semakin ketat dengan freelancer maupun software otomatis harus dihadapi dengan fokus pada kompetensi dan pemberian layanan terintegrasi.
Tantangan terkait perubahan regulasi, baik Standar Akuntansi Keuangan (SAK) maupun perpajakan, dapat diselesaikan dengan rutin meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL).
Kesulitan mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk KJA dapat diatasi dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan melalui program edukasi dan magang.
Tantangan dari sisi perkembangan teknologi dapat direspons oleh KJA dengan melakukan investasi pada software yang memadai.
Selain membahas peluang bisnis, materi tersebut juga menegaskan batasan layanan dari KJA. Sesuai regulasi, KJA diperbolehkan memberikan jasa pembukuan, kompilasi laporan keuangan, akuntansi manajemen, hingga jasa perpajakan, namun dilarang keras untuk memberikan jasa asurans atau audit.
Melalui kuliah tamu ini, STIE Malangkuçeçwara berharap para mahasiswa PPAk tidak hanya lulus sebagai akuntan yang kompeten, tetapi juga memiliki kesiapan strategis apabila kelak terjun mendirikan Kantor Jasa Akuntan di tengah dinamika ekonomi dan regulasi di Indonesia.
