Menyongsong Era Standar Global, IAI Muda Komisariat Kediri Kupas Tuntas Masa Depan Pelaporan Keberlanjutan (ESG)

Kategori Berita : Seputar IAI Jatim tayang pada Mei 19, 2026

KEDIRI – Menghadapi pergeseran paradigma bisnis global yang semakin berfokus pada kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial, Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri sukses menyelenggarakan kegiatan Accounting Study Club (ASC 1) pada Sabtu (16/05/2026). Mengusung tema "The Future of Sustainability Reporting: Aligning Regulation and Corporate Strategy in the Global Standards Era", acara ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh para akademisi serta praktisi akuntansi.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan sambutan dari Ketua IAI Muda Komisariat Kediri, Farah Adiba, serta Ketua IAI Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri, Drs. Ec. Sugeng, MM., M.Ak., Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., CBV., BKP., CPMA., CertDA., CRA., CRP. Kegiatan ini diinisiasi untuk memberikan wawasan mendalam mengenai transformasi pelaporan keberlanjutan (Sustainability Reporting) yang kini tidak lagi bersifat sukarela (voluntary), melainkan telah menjadi sebuah keharusan bagi bisnis berskala global.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Tarjo, CFE., CFrA., CPA., memaparkan materi dari sudut pandang eksekutor. Beliau menekankan bahwa tuntutan dari investor, regulator, dan rantai pasokan global akan transparansi pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini semakin tinggi.

"Saat ini, perusahaan dievaluasi tidak hanya berdasarkan kinerja keuangannya semata, tetapi juga dari seberapa besar dampak lingkungan dan sosial yang mereka hasilkan. Pelaporan ESG telah bertransformasi menjadi alat strategis bagi perusahaan untuk membangun legitimasi, meningkatkan daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang (long-term value creation)," jelas Prof. Tarjo.

Melengkapi pemaparan tersebut, narasumber kedua, Fidelis Arastyo Andono, Ph.D., CA., membedah arah kebijakan dan harmonisasi pelaporan keberlanjutan berbasis standar global. Fidelis menjelaskan bahwa tekanan dari investor dan kebijakan keberlanjutan mendorong agar Sustainability Reporting diintegrasikan secara langsung ke dalam pelaporan keuangan. Hal ini juga mendorong IAI untuk terus menguatkan standar pengungkapan keberlanjutan di Indonesia.

Fidelis juga mengupas berbagai kerangka pelaporan global yang menjadi acuan saat ini, seperti Global Reporting Initiative (GRI) yang berfokus pada panduan detail bagi pemangku kepentingan, serta International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 yang menjadi standar dasar global baru. "Standar IFRS didesain untuk menyajikan data yang berguna bagi keputusan investor, memastikan bahwa data keberlanjutan terhubung secara langsung dengan kinerja keuangan dan nilai perusahaan," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan ASC 1 ini, IAI Muda Komisariat Kediri berharap para akuntan muda dan profesional di bidang keuangan dapat memahami dan bersiap menghadapi tantangan era standar keberlanjutan global. Dengan pemahaman yang komprehensif terkait regulasi dan strategi korporasi, profesi akuntan diharapkan mampu terus menjadi garda terdepan dalam mendorong transparansi bisnis di Indonesia.


Bagikan artikel ini :