
SURABAYA – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dalam format Bootcamp Sustainability Reporting selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat (25–27 Februari 2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan untuk mempersiapkan para profesional akuntansi dalam menghadapi tantangan pelaporan keberlanjutan berbasis standar global.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Ardianto, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa profesi akuntan harus sigap merespons evolusi standar sustainability agar tetap relevan dalam menjaga transparansi korporasi. Menurutnya, pemahaman mengenai pelaporan yang terintegrasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi perusahaan.
Guna memberikan pemahaman yang mendalam, IAI Jawa Timur menghadirkan narasumber otoritatif, Angga Puja Prayoga, yang merupakan anggota Tim Kerja Keberlanjutan (TKK) IAI sekaligus ESG Assurance Leader dari KPMG Indonesia. Selama tiga hari, narasumber membedah tuntas transisi pelaporan korporasi menuju Comprehensive Corporate Reporting (CCR) serta pengenalan standar terbaru PSPK 1 dan PSPK 2.
Pada fase awal pelatihan, peserta dibekali konsep dasar mengenai evolusi pelaporan dari compliance-based menjadi value-based reporting. Memasuki hari kedua dan ketiga, pelatihan berlanjut secara aplikatif dengan materi teknis seperti perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), analisis risiko iklim, hingga praktik penyusunan draf pengungkapan keberlanjutan yang terkoneksi langsung dengan laporan keuangan utama, termasuk aspek impairment dan going concern.
"Melalui bootcamp ini, kami ingin memastikan para akuntan di Jawa Timur memiliki kapasitas untuk menyusun laporan yang tidak hanya transparan, tetapi juga akurat dalam memotret risiko dan peluang keberlanjutan," ungkap pihak penyelenggara. Penyelenggaraan intensif ini merupakan bukti komitmen IAI Jawa Timur dalam mencetak tenaga profesional yang siap menjadi pemimpin dalam pelaporan ekonomi hijau di era transisi global.
