DETAIL PROGRAM PELATIHAN

Pengukuran Nilai Wajar Aset dalam Laporan Keuangan

Pendidikan Profesional Berkelanjutan

Pengukuran Nilai Wajar Aset dalam Laporan Keuangan

Pengukuran nilai wajar aset menjadi elemen kunci dalam penyusunan laporan keuangan yang andal dan relevan, sejalan dengan ketentuan PSAK 113: Pengukuran Nilai Wajar. Melalui pendekatan berbasis pasar (market-based measurement), standar ini mendorong penyajian nilai aset yang mencerminkan kondisi ekonomi aktual dengan mempertimbangkan input yang dapat maupun tidak dapat diobservasi sesuai hierarki nilai wajar. Dalam praktiknya, penerapan nilai wajar menuntut ketepatan dalam pemilihan teknik penilaian, kehati-hatian dalam penetapan asumsi, serta penggunaan professional judgment yang konsisten, khususnya ketika data pasar aktif tidak tersedia. Penerapan yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, tetapi juga memberikan dasar yang lebih kuat bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan yang tepat dan berimbang.

Pokok Bahasan

1. PSAK 113: Pengukuran Nilai Wajar

  • Tujuan dan ruang lingkup PSAK 113
  • Definisi nilai wajar dan konsep transaksi teratur
  • Peran pengukuran nilai wajar dalam meningkatkan relevansi dan keandalan laporan keuangan

2. Pendekatan Berbasis Pasar (Market-Based Measurement)

  • Prinsip pengukuran dari perspektif pelaku pasar
  • Perbedaan pendekatan berbasis pasar dan biaya historis
  • Implikasi pendekatan pasar terhadap penilaian aset

3. Hierarki Nilai Wajar

  • Karakteristik hierarki nilai wajar Level 1, Level 2, dan Level 3
  • Identifikasi input yang dapat diobservasi dan tidak dapat diobservasi
  • Penentuan level nilai wajar berdasarkan input signifikan

4. Teknik Penilaian Nilai Wajar

  • Market approach: penggunaan harga pasar dan transaksi sebanding
  • Income approach: konsep arus kas masa depan dan tingkat diskonto
  • Cost approach: pendekatan biaya pengganti dan depresiasi
  • Konsistensi dan perubahan teknik penilaian

5. Penetapan Asumsi dan Professional Judgment

  • Penyusunan asumsi yang mencerminkan perspektif pelaku pasar
  • Peran professional judgment dalam kondisi keterbatasan data
  • Dokumentasi dan konsistensi penggunaan estimasi

6. Pengukuran Nilai Wajar pada Kondisi Pasar Tidak Aktif

  • Tantangan pengukuran aset tidak likuid atau aset khusus
  • Penggunaan model penilaian alternatif
  • Pengelolaan ketidakpastian dan sensitivitas input

7. Pengungkapan Nilai Wajar dalam Laporan Keuangan

  • Kewajiban pengungkapan hierarki nilai wajar
  • Pengungkapan teknik penilaian dan asumsi signifikan
  •  Analisis sensitivitas untuk input Level 3
  • Risiko Salah Saji Material

Pelaksanaan

Hari/ Tanggal             : Jumat, 20 Februari 2026

Waktu                       : Pukul 08.30 – 16.30 WIB

Jumlah SKP              : 8 SKP

Media:                     : Online Via Zoom Meeting

Investasi

Anggota IAI   Rp 900.000

Early Bird (s.d 06 Februari 2026)       Rp 800.000

Kolektif           Rp 800.000

Umum             Rp 1.100.000


Informasi

  • Lokasi/Platform : Online
  • Periode : 20 Feb 2026 - 20 Feb 2026
  • Jadwal : Jumat
  • Pukul : 08.30 - 16.30 WIB

Biaya Investasi

  • Umum : Rp 1.100.000
  • Anggota IAI : Rp 900.000
  • Early Bird (Pendaftaran Hingga 06 Februari 2026) : Rp 800.000
  • Kolektif (Pendaftaran Minimal 3 Peserta) : Rp 800.000