Posted in Seputar IAI Jatim on Feb 23, 2026
SURABAYA – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) daring bertajuk “Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi Menggunakan Core Tax” pada Senin (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis organisasi dalam membekali para praktisi dan akuntan menghadapi transformasi sistem administrasi perpajakan terbaru. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Basuki, M.Com (HONS)., Ph.D., Ak., CA., CMA., ASEAN CPA. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa era digitalisasi menuntut ketelitian dan pemahaman teknis yang lebih dalam. Pemahaman terhadap sistem Core Tax menjadi sangat krusial agar pelaporan pajak tetap akurat dan patuh terhadap regulasi yang berlaku. Sesi pertama menghadirkan narasumber ahli Wan Juli, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA. dari One Tax Consultant. Beliau memaparkan dasar-dasar pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi serta panduan setup awal pada sistem Core Tax. Dalam sesi ini, Ika Fransisca, S.E., M.Ak. turut memberikan penguatan melalui diskusi interaktif, membantu peserta memahami transisi dari sistem lama ke sistem baru secara lebih praktis. Memasuki sesi siang, pelatihan berfokus pada aspek teknis yang dipandu oleh Drs. Ec. Supardi Djoko Susilo, SIP., S.H., M.Pd., M.Ak., M.M., Ak., CA. Peserta dipandu langsung dalam melakukan praktik input data penghasilan, pengisian kredit pajak, hingga tahapan kritis seperti error handling dan finalisasi submit laporan. Simulasi ini dirancang agar peserta mampu mengatasi kendala teknis yang mungkin muncul saat pelaporan nyata. Melalui penyelenggaraan PPL ini, IAI Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah pengembangan kompetensi akuntan di Jawa Timur. Dengan menguasai sistem Core Tax, para profesional diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam memenuhi kewajiban perpajakan, baik untuk kepentingan pribadi maupun korporasi di masa depan.
Posted in Seputar IAI Jatim on Feb 19, 2026
SURABAYA – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertajuk “PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” pada Kamis (19/2/2026). Acara yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan praktisi, akademisi, serta profesional keuangan yang antusias mendalami standar akuntansi terbaru. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Basuki, M.Com (HONS)., Ph.D., Ak., CA., CMA., ASEAN CPA. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguasaan standar akuntansi yang mumpuni adalah kunci dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Ia berharap PPL ini menjadi sarana komunikasi yang efektif dalam menyelaraskan pemahaman teknis bagi para akuntan di Jawa Timur. Menghadirkan narasumber ahli, Dr. Yie Ke Feliana, S.E., M.Com., Ak., CA., CPA., CFP., CRA., yang juga merupakan Kaprodi Magister Akuntansi Universitas Surabaya, sesi pelatihan ini mengupas tuntas berbagai aspek krusial PSAK 118. Materi yang dibahas meliputi prinsip penyajian dan pengungkapan informasi yang memadai, relevansi materialitas, hingga konsistensi dalam struktur laporan keuangan agar lebih komunikatif dan informatif. Selain aspek teknis, Dr. Yie Ke Feliana juga menyoroti pentingnya penerapan professional judgment dalam penyajian laporan keuangan. Pembahasan tersebut mencakup bagaimana penilaian materialitas dan relevansi informasi dapat berdampak langsung terhadap transparansi serta akuntabilitas yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi para pemangku kepentingan. Sepanjang hari, peserta diajak berdiskusi mengenai dampak implementasi PSAK 118 terhadap kualitas pelaporan keuangan secara keseluruhan. Melalui penyelenggaraan PPL ini, IAI Jawa Timur kembali menegaskan komitmen berkelanjutannya sebagai organisasi profesi dalam mendukung peningkatan kompetensi para anggotanya agar mampu beradaptasi dengan regulasi yang dinamis di era transformasi ekonomi digital.
Posted in Laporan Utama on Feb 19, 2026
JAKARTA – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) resmi memberlakukan kebijakan baru terkait pengembangan profesional berkelanjutan bagi para anggotanya. Mulai 1 Juli 2025, seluruh Anggota Utama dan Anggota Madya IAI yang telah terdaftar dalam Registrasi Negara Akuntan (RNA) atau memiliki sertifikat IAI diwajibkan memenuhi minimal 4 Satuan Kredit Partisipasi (SKP) Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) khusus topik Kode Etik setiap tahunnya. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap akuntan profesional di Indonesia senantiasa menjunjung tinggi integritas dan standar etika profesi yang berlaku di tengah dinamika dunia bisnis. Pemenuhan kewajiban ini dipatok paling lambat pada tanggal 31 Desember setiap tahunnya. Guna mempermudah para anggota memenuhi ketentuan tersebut, IAI menyediakan fasilitas PPL Mandiri Kode Etik secara gratis. Program ini dapat diakses kapan saja secara daring melalui platform IAI Lounge, sehingga memberikan fleksibilitas bagi para praktisi di tengah kesibukan profesional mereka. "Kami menyediakan akses gratis bagi anggota sebagai bentuk dukungan agar standar etika profesi tetap terjaga. Prosesnya dilakukan secara mandiri melalui video pembelajaran dan ujian daring," tulis IAI dalam keterangan resminya melalui kanal informasi digital. Mekanisme perolehan SKP ini cukup sistematis. Anggota hanya perlu masuk ke akun IAI Lounge, menyaksikan lima video pembelajaran secara berurutan, dan menyelesaikan post-test sebanyak 15 soal dalam durasi 30 menit. Setelah seluruh tahapan terpenuhi, sistem akan menerbitkan e-Sertifikat 4 SKP secara otomatis. IAI mengimbau seluruh anggota untuk segera mengakses layanan ini sebelum batas waktu berakhir guna menjaga status keanggotaan dan profesionalisme mereka. Informasi lebih lanjut terkait program ini dapat diakses melalui situs resmi keanggotaan IAI atau melalui layanan WhatsApp resmi IAI.
Posted in Seputar IAI Jatim on Feb 19, 2026
SURABAYA – Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) bekerja sama dengan School of Business and Management Universitas Kristen Petra (PCU) bersiap menyelenggarakan ajang akademik internasional bergengsi, Simposium Nasional Akuntansi - KRA XIII 2026. Mengusung tema inovatif "Redefining Sustainability: Integrating ESG, Innovation, and Impact in the Era of Global Transition, Wani Rek!!!", konferensi ini akan menjadi pusat diskusi masa depan keberlanjutan global. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis, 19–20 Agustus 2026, di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang konsep keberlanjutan dengan mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) serta inovasi sebagai dampak nyata di tengah era transisi global. Ketua Panitia menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan ilmiah, tetapi juga sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi untuk membedah tantangan akuntansi di sektor swasta maupun publik. "Dengan semangat 'Wani Rek!!!', kami mengajak seluruh akuntan pendidik dan peneliti untuk berani berinovasi dan memberikan dampak positif bagi profesi dan masyarakat melalui hasil riset yang berkualitas," tulis pernyataan resmi penyelenggara. KRA XIII 2026 menawarkan peluang publikasi yang sangat luas bagi para peserta. Sebanyak 150 artikel terbaik terpilih akan dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi (SINTA 2 hingga SINTA 5) serta jurnal internasional bereputasi (Scopus Q1 & Q2). Selain itu, tersedia penghargaan Best Paper Award dengan total hadiah senilai Rp 5.000.000,- untuk kategori kualitatif dan kuantitatif. Rangkaian pendaftaran dan pengumpulan makalah (Paper Submission) akan dibuka hingga batas akhir Minggu, 19 Juli 2026. Panitia memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mengikuti kegiatan ini secara luring (offline) maupun daring (online) dengan biaya investasi yang kompetitif bagi Anggota IAI maupun peserta umum dan mancanegara. Melalui konferensi ini, IAI KAPd dan Universitas Kristen Petra serta didukung oleh 53 Co Host berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pendidikan akuntansi di Indonesia agar tetap relevan dan memiliki kredibilitas global. Informasi lengkap mengenai panduan penulisan makalah dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi IAI Wilayah Jawa Timur.
Posted in Seputar IAI Jatim on Feb 14, 2026
SURABAYA – Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur siap menggelar perhelatan akbar 10th ACCRUED 2026 pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Universitas Ciputra Surabaya. Mengusung tema strategis "Sustainability Reporting as a Game Changer", ajang satu dekade ini tidak hanya menjadi kompetisi akademik, tetapi juga forum diskusi tingkat tinggi yang didukung penuh oleh jajaran pakar akuntansi nasional. Pelaksanaan kegiatan ini mendapatkan pengawalan langsung dan dukungan penuh dari IAI Wilayah Jawa Timur. Selain memastikan kualitas acara sesuai dengan standar keprofesian, IAI Wilayah Jawa Timur juga berkomitmen memberikan apresiasi nyata berupa hadiah bagi para pemenang lomba. Dukungan ini merupakan bentuk investasi organisasi dalam memotivasi mahasiswa akuntansi agar terus berprestasi dan siap menghadapi tantangan global. Acara ini akan dibuka oleh jajaran pimpinan organisasi dan akademisi, yaitu: Feriona Ayurizta Iliyas (Ketua Pengurus Anggota Muda IAI Wilayah Jatim) yang akan memberikan sambutan pembuka. Dr. Cliff Kohardinata, S.E., M.M., Ak., CA. (Head of Accounting Study Program, Expertise in Capital Market, Finance, Banking ) Prof. Basuki, M.Com (Hons)., Ph.D., AK., CA., CMA., CPA. (Ketua IAI Wilayah Jawa Timur) yang secara resmi akan membuka jalannya kompetisi dan diskusi. Puncak acara akan diisi dengan sesi materi yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya: Keynote Speaker: Dr. Ardan Adiperdana, Ak., MBA., CFrA., CA., FCMA., CGMA. (Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia) Narasumber 1: Desy, SE, CA, MBA (Anggota Tim Kerja Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia)) Narasumber 2: Donni Fajar Anugrah, Ph.D (Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur) Narasumber 3: Dr. Luky Patricia Widianingsih, S.E., M.SA (HumBis), CSRA. (Dosen Accounting Universitas Ciputra, Expertise in Managerial Accounting, Sustainability Accounting, dan Qualitative Research) Narasumber 4: Prof. Dr. Slamet Riyadi, MSi., Ak., CA., CTA (Ketua LPPM dan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya) "Melalui 10th ACCRUED, kami ingin menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, praktisi, dan organisasi profesi dapat menciptakan dampak besar. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari IAI Wilayah Jawa Timur yang telah mensupport penuh pelaksanaan hingga pemberian hadiah bagi peserta terbaik kami," ujar panitia penyelenggara. Kegiatan ini diharapkan menjadi batu lonjakan bagi mahasiswa akuntansi di Surabaya dan sekitarnya untuk membangun portofolio yang kredibel serta memperkuat integritas sebagai calon akuntan masa depan yang inovatif dan komunikatif.
Posted in Seputar IAI Jatim on Feb 13, 2026
Surabaya, Jumat, 13 Februari 2026 – Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur menerima kunjungan kelembagaan sekaligus penjajakan kerja sama (MoU) dari Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang di Grha Akuntan Jatim. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan kunjungan dan penjajakan kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada sektor akuntansi dan profesi terkait. Delegasi ITB Widya Gama Lumajang dipimpin oleh Neny Tri Indrianasari, S.E., M.M selaku Dekan FEB, didampingi Deni Juliasari, S.E., M.Akun (Kaprodi Akuntansi) dan Dr. Retno Cahyaningati, S.E., M.Akun (Ketua LPPM). Kehadiran mereka disambut langsung oleh Prof. Basuki, M.Com (Hons), Ph.D., Ak., CA., CMA., ASEAN CPA selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana kolaborasi strategis yang akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU), meliputi penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen, pelatihan dan sertifikasi profesi, seminar dan workshop, serta berbagai program kolaboratif lainnya yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntan. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan organisasi profesi, guna mencetak sumber daya manusia akuntansi yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan perkembangan dunia profesi di masa depan.