Posted in Seputar IAI Jatim on Jan 17, 2026
SURABAYA – Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur melalui Departemen Human Resource sukses menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri bertajuk "Personal Training 1". Acara yang mengusung tema "Your Image, Your Future: Ciptakan Kehadiran & Portofolio LinkedIn yang Membuka Peluang Nyata" ini bertujuan untuk membekali para pengurus dengan kemampuan membangun personal branding yang kuat di dunia kerja modern. Kegiatan yang dilaksanakan di Grha Akuntan Jawa Timur ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya citra profesional digital dalam menentukan masa depan karier. LinkedIn dan portofolio profesional kini menjadi media utama bagi para akuntan muda untuk memperluas relasi serta membuka peluang kerja yang lebih luas di tengah persaingan global. Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta diberikan materi intensif mengenai cara mengoptimalkan profil LinkedIn agar terlihat profesional dan menarik bagi para rekrutmen. Selain itu, peserta juga diajak untuk menyusun portofolio yang mampu menyelaraskan antara tujuan karier dengan potensi diri yang ditampilkan secara digital. "Di era digital saat ini, kemampuan teknis akuntansi saja tidak cukup. Mahasiswa dan akuntan muda harus mampu menunjukkan nilai diri mereka melalui platform profesional seperti LinkedIn. Pelatihan ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan pengurus IAI Muda Jatim siap memasuki dunia kerja dengan persiapan yang matang," ungkap panitia dalam laporan kegiatannya. Acara berlangsung interaktif dengan adanya sesi praktik langsung, di mana para pengurus Generasi 12 mendapatkan bimbingan dalam membedah profil digital mereka masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi mengenai strategi menonjolkan pencapaian akademik dan organisasi ke dalam bentuk portofolio yang kredibel.Melalui penyelenggaraan Personal Training 1 ini, IAI Muda Jawa Timur berharap setiap individu pengurus dapat lebih percaya diri dalam membangun identitas profesionalnya. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi modal berharga bagi para akuntan muda untuk menciptakan peluang karier yang nyata dan berkelanjutan di masa depan.
Posted in Seputar IAI Jatim on Jan 15, 2026
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur kembali menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi SAK EP atas Instrumen Keuangan dan Aset Tetap: Pemahaman Teknis, Pencatatan, dan Implikasi terhadap Laporan Keuangan Entitas Privat” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. PPL ini diikuti oleh para akuntan serta praktisi keuangan dari berbagai instansi yang memiliki kepentingan dalam penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.30 WIB dan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif serta aplikatif terkait implementasi SAK EP. Acara diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Master of Ceremony serta pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan secara resmi dibuka melalui sambutan Wakil Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Ardianto, SE., M.Si., Ak., CA., CMA. Dalam sambutannya, Prof. Ardianto menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan pemutakhiran pengetahuan bagi para akuntan seiring dengan dinamika dan pembaruan standar akuntansi keuangan. Ia menyampaikan bahwa pemahaman yang baik atas SAK EP menjadi kunci dalam menghasilkan laporan keuangan yang andal, relevan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya bagi entitas privat. Materi PPL disampaikan oleh narasumber berpengalaman, Drs. Anak Agung Gede Taman, Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., Partner Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo. Dalam paparannya, narasumber mengulas secara sistematis dan mendalam berbagai aspek penting dalam penerapan SAK EP. Sesi materi diawali dengan pembahasan gambaran umum SAK EP 2025, termasuk latar belakang penerapannya, perbedaan utama antara SAK EP dan SAK ETAP, area yang berisiko salah saji, serta dampak langsung penerapan standar tersebut terhadap laporan keuangan. Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada instrumen keuangan, meliputi pengertian dan klasifikasi piutang serta utang, pengakuan awal, pengukuran setelah pengakuan awal dengan metode biaya perolehan diamortisasi, penerapan metode suku bunga efektif, hingga pencatatan pendapatan dan beban bunga. Narasumber juga menjelaskan secara rinci mengenai penurunan nilai instrumen keuangan, termasuk indikasi, metode perhitungan, pencatatan, serta implikasinya terhadap laporan keuangan. Pada sesi berikutnya, materi dilanjutkan dengan pembahasan aset tetap dalam SAK EP, yang mencakup kriteria pengakuan dan klasifikasi aset tetap, penentuan biaya perolehan, pengukuran setelah pengakuan awal dengan model biaya, serta penyusutan aset tetap berdasarkan metode, umur manfaat, dan nilai residu. Selain itu, dibahas pula penurunan nilai aset tetap, penghentian pengakuan, dan pelepasan aset. Pada sesi siang hari, narasumber menguraikan ketentuan transisi penerapan awal SAK EP yang berkaitan dengan instrumen keuangan dan aset tetap. Materi meliputi tujuan dan prinsip transisi, penyesuaian saldo awal, penyusunan jurnal penyesuaian, serta penyajian dan pengungkapan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Tidak hanya bersifat teoritis, PPL ini juga membahas implikasi praktis dan best practices dalam penerapan SAK EP. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak penerapan standar terhadap laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, serta kebijakan akuntansi entitas. Narasumber turut mengulas kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dan memberikan rekomendasi langkah-langkah implementasi yang dapat diterapkan oleh entitas privat. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi dalam implementasi SAK EP di entitas privat. Sesi diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui penyelenggaraan PPL ini, IAI Wilayah Jawa Timur berharap para akuntan dan praktisi keuangan dapat meningkatkan pemahaman teknis serta kesiapan dalam mengimplementasikan SAK EP secara tepat. Dengan demikian, diharapkan laporan keuangan entitas privat dapat disusun secara lebih berkualitas, andal, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan PPL ditutup oleh MC pada pukul 16.30 WIB setelah seluruh rangkaian acara terlaksana dengan baik.
Posted on Jan 13, 2026
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur pada Senin, 12 Januari, sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi antarlembaga. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Prof. Basuki, M.Com (HONS), Ph.D., Ak., CMA., CA., ASEAN CPA., selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, beserta jajaran pengurus. Kehadiran IAI Wilayah Jawa Timur disambut langsung oleh Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA, ERMAP, GRCP, GRCA, selaku Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, bersama jajaran. Melalui kunjungan ini, IAI Wilayah Jawa Timur dan BPK Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang baik serta menjalin kerja sama yang konstruktif dalam rangka mendukung peningkatan kualitas akuntabilitas dan tata kelola keuangan negara, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan kolaborasi berkelanjutan antara organisasi profesi dan lembaga pemeriksa dalam mendukung profesionalisme akuntan serta pengelolaan keuangan publik yang transparan dan akuntabel.
Posted in Seputar IAI Jatim on Jan 10, 2026
SURABAYA – Departemen Media and Creative Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur tengah menyiapkan program edukasi berkelanjutan bertajuk Podcast II. Mengusung tema "Scaling Up Student Academic Portfolios Through National and International Publications to Build Global Credentials", program ini bertujuan memotivasi mahasiswa akuntansi untuk membangun rekam jejak akademik yang diakui secara global. Program ini diinisiasi untuk menjawab tantangan dunia akademik modern, di mana publikasi ilmiah kini menjadi indikator penting dalam membangun reputasi intelektual mahasiswa. Podcast ini hadir sebagai panduan praktis bagi mahasiswa yang ingin memahami proses penulisan artikel ilmiah hingga strategi menembus jurnal internasional yang seringkali dianggap rumit. "Kami melihat publikasi ilmiah bukan hanya sekadar tugas kampus, melainkan investasi untuk membangun kredibilitas global bagi mahasiswa. Melalui podcast ini, kami ingin membedah tuntas langkah-langkah publikasi agar dapat diakses dengan mudah oleh semua kalangan mahasiswa," ungkap panitia dalam proposalnya. Materi yang akan dibahas dalam sesi podcast ini mencakup penentuan ide penelitian yang inovatif, teknik penulisan artikel berkualitas, hingga tips memilih jurnal yang tepat dan menghadapi proses revisi. Dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman, diharapkan mahasiswa memiliki keberanian untuk mempublikasikan hasil pemikirannya di tingkat nasional maupun mancanegara. Ketua Pelaksana, Siti Aisyah Putri Ayu, bersama tim kepanitiaan telah menyusun skema produksi yang komprehensif untuk memastikan konten ini tersampaikan dengan menarik. Program ini ditargetkan bagi seluruh mahasiswa akuntansi agar mereka memiliki portofolio yang kompetitif saat memasuki dunia profesional atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui Podcast II ini, IAI Muda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya sebagai wadah pengembangan kompetensi yang adaptif. Konten edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi penelitian dan memacu semangat berinovasi di kalangan akuntan muda di Jawa Timur.
Posted in Seputar IAI Jatim on Jan 07, 2026
IAI Wilayah Jawa Timur melakukan silaturahmi ke BPKP Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan profesionalisme akuntan.
Posted in Seputar IAI Jatim on Jan 06, 2026
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi, IAI Wilayah Jawa Timur menerima kunjungan Program Studi D3 dan S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk melakukan review kurikulum. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan standar akuntansi dan kebutuhan dunia kerja.